Kerjaan Baru Sudah Menunggu

Aku pernah cerita sebelumnya bagaimana bimbangnya aku di hadapkan pada dua pilihan yang sama-sama kuminati. Keduanya sudah selesai kulewati dengan cukup dan tinggal menunggu waktunya aku diberi kesempatan. Aku sangat menekankan bahwa siapapun yang pertama memberiku kesempatan, itulah yang kuambil. Dan kesempatan itu pun datang. Datang dari tempat dimana aku pertama kali memberanikan diri mempromosikan pengalaman dan kesetiaanku pada instansi.

Akhirnya aku diberi kesempatan untuk mendalami ilmuku pada tempat seharusnya. Tempat itu memang tidak sebesar tempat kedua dimana aku dipanggil. Tapi, bagiku, kesempatan itu sudah cukup memberiku peluang untuk mengembangkan diri, karir dan terlebih, profesi dimana aku bisa beraktualisasi.

Bahagianya lagi, tempat itu pun memberikan aku kesempatan untuk menyelesaikan semua tugas akhirku di tempat dimana sekarang aku masih menjadi volunteer. Bahkan, hanya seorang volunteer. Bukan karyawan, bukan pegawai tetap, atau orang bergaji dengan jam masuk serta pulang yang sudah ditentukan. Maka aku sangat berterima kasih atas kesempatan itu. Dua kesempatan datang dan sungguh menggembirakan. Kesempatan yang satu datang dengan memberikan kesempatan yang lain.

Masih tersisa satu bulan lagi sebelum aku bergabung, tapi aku sudah menyiapkan segalanya. Kontrak itu mengikat. Dan ikatan pun memiliki resiko 5 kali lebih besar dibandingkan kondisiku sekarang ini. Tapi, semua sudah kupilih. Aku memilih untuk menjalani satu ini dan meninggalkan yang lainnya dulu. Itu komitmen yang sudah kupikirkan matang-matang, dan aku tak ingin kehilangan.

Memang bukan tempat impian, tapi profesilah kuncinya. Wartawan bukan sekedar pekerjaan, tapi lebih kepada profesi. Aku perlu mendalaminya, mengamalkan dan mengaplikasikannya ke dunia itu. Selama ini aku hanya berkontribusi, sekedar menjalankan tugas, tidak sungguh-sungguh menikmati betapa berartinya profesi itu begitu penting. Dan ini kesempatanku untuk belajar kembali ke dalam dunia Jurnalistik. Karena memang ilmu itulah yang kupelajari. Apapun, baik konvensional maupun digital, semua pasti akan kucecap di dunia ini.

November, aku sudah ditunggu oleh tempat itu. Aku akan datang. Memperkenalkan diri, menempa hati, menyiapkan segala sesuatu untuk menerima tugas dan juga memberikan inspirasi. Oh, berlebihan... =)
Yang pasti, aku siap dengan hal baru. Bulan depan, ya, bulan depan dengan pekerjaan yang sudah kuharapkan.

Comments