sebuah pernyataan (komitmen)

hari-hari belakangan, banyak rekan dan orang-orang yang kukenal membicarakan tentang komitmen. pasalnya, mereka sedang terlibat dalam kativitas yang membutuhkan waktu, tenaga dan emosi yang mungkin cukup besar sehingga kata-kata komitmen seringkali terseret-seret. apa sebab?

ternyata si A tidak hadir lagi di rapat kali ini. begitu juga si B, dan mereka memang hampir setiap kali rapat besar tidak hadir. bukan hanya mereka berdua, tapi ada beberapa. dir apat yang lebih kecil mereka juga jarang terlihat. atau, sekalipun terlihat, mereka hanya D3. duduk, diam, dengar. boleh kutambahkan satu lagi? domble...hehehehe....

sungguh kurasakan benar, ketika berada di dalam "gerombolan" (baca: kepanitiaan) orang yang sedang menyiapkan sebuah kegiatan, baik kecil maupun besar, lokal maupun nasional, yang paling sering disebutkan adalah "kita harus komitmen" ketika memutuskan mau bergabung dengan sebuah kepanitiaan.

ada banyak hal yang dapat dipelajari, termasuk ketika harus mengatakan, "ya, saya bersedia untuk hadir rapat setiap bulan, ikut rapat koordinasi, mengerajakan ini dan itu...bla..bla..bla....". sadarkah? ya seharusnya seperti itu. tapi apa daya kalau ingatan pun mulai perlahan luruh? sulit menyalahkan, tapi tidak suka merasakan.

mengikuti kegiatan tersebut katanya harus komit....kita harus punya komitmen. karena katanya, kalau tidak komit, hasilnya akan kacau, tidak hanya kerjanya, melainkan relasi. maka kata-kata komitmen, dan temannya, konsisten, seringkali kudengar. tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. setiap kali ada perubahan, disebut tidak konsisten. tiap kali absen rapat, tidak komitmen.

ternyata sulit mempraktekkan kata-kata komitmen itu. nyatanya lebih berat dibanding mengutarakan, "iya, saya komit". meskipun demikian, sulit untuk mengatakan kalau mereka tidak komit. tidak ada ukuran yang dapat digunakan secara mutlak untuk menyebut seseorang komit atau tidak. pada akhirnya, pernyataan komitmen itu hanya Tuhan dan orang itu yang mengerti, sejauh mana benar-benar bisa mewujudkan sebuah komitmen terhadap sesuatu. orang lain? cukup bertanya, tanpa menghakiminya.

Comments

  1. itulah mengapa, saya lebih memilih melakukannya (misal: datang, mengerjakan sesuatu) daripada bilang "saya komit" hehe
    dan anyway, thats why now I am reading book titled "committed"
    I wish could say "I do" asap, menyusul dirimu ;)

    ReplyDelete
  2. yap jilo, sulit lho "mengkonfirmasi ulang" si komitmen itu...maka mesti pikir dalam-dalam sebelum mengatakan.. =) btw, pinjam dongs bukunya kalo sudah selesai...hihihihi... =)

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting this blog. Please leave your comment here, regards.