report hari ketiga di kalimantan barat

Rabu, 18 Januari 2012
go to sekadau



Hari ini tanggal 18 januari 2012. Hari ketiga aku di kalimantan barat. Tepatnya, sekarang aku masih berada di sanggau. Pagi ini aku ada janji bertemu dengan romo yance, melanjutkan permbicaraan tentang indonesian youth day 2012 yang 9 bulan lagi akan berlanagsung di kota kecil ini. Ibu puji, pemilik rumah tampak terburu-buru. Ternyata, jam sudah menunjukkan angka 6 lewat. Sudah waktunya berangkat sekolah.

“aduh, kami kesiangan,” katanya seraya mempersiapkan segala sesuatunya. tapi ibu puji tidak sempat menyiapkan sarapan untuk kami.

“kalau lapar, buat mie d ilemari es ya, buat sendiri bisa kan?” tanyanya.

Kami serempak menjawab, “bisa, bu”. Hehehehe….

Setelah ibu puji berangkat, barulah kami membuat mie goreng. Aku dan necia menyiapkan peralatan di dapur untuk memasak mie. Tapi belum mulai aku memasak indomie, romo yance datang mengendarai sepeda motor. Maka, kutinggalkan necia memasak mie sendiri… hehe..

“wih, kok malah romo yang ke s ini?’ tanyaku.

“ha, saya tahu kalau kalian ndak bisa keluar karena yang punya rumah pergi semua, jadi saya aja yang ke sini,” katanya.

Iya juga sih, pikirku. Aku tadinya memang mau jalan kaki saja ke katedral, tapi ternyata romo yance yang menghampiri rumah ibu puji. Akhirnya kami berbincang lagi tentang indonesian youth day 2012 mendatang melanjutkan obrolan singkat di pastoran semalam. Salah satunya yang kami bahas mengenai biaya peserta.

“dewan imam ndak setuju dengan biaya sebesar itu karena ada latar belakangnya. Intinya kai mau semua keuskupan bisa ikut berpartisipasi. Kalianharus tahu kalau ada uskup yang sudah menolak mengirim peserta,” jelasnya.

“Oya, Mo? Tapi kan sudah melalui rapat para Uskup, kenapa ada pendapat seprti itu lagi?” tanyaku.

“nah, kalian mesti tahu itu, mungkin saja tidak semua uskup saat itu benar-benar setuju. Lagipula di sanggau ini, keputusan uskup pasti melihat kesepatakan dewan imam dulu. Kalau dewan imam menatakan iya, maka kemungkinan besar uskup juga mengatakan iya,” terang romo yance, yang bekerja sendiri sebagai ketua komisi kepemudaan keuskupan sanggau.

Semua perbincangan kami, direkam oleh adit (video) dan recorderku (audio). Maka pasti akan kutranskrip dan kusampaikan ke teman-teman panitia terutama romo santo, sekretaris eksekutif komisi kepemudaan kwi, sekaligus ketua panitia IYD 2012. Usulan ini menjadi sangat urgent dan penting mengingat waktu pelaksanaan tinggal sebentar lagi. Oleh karenannya, perlu sikap dan tindakan yang cepat dan tepat untuk mengatasi ketidaksetujuan atas biaya kepesertaaan ini. Sebenarnya, biaya peserta dengan bahasa lain kontribusi, dibutuhkan untuk membantu panitia dalam memfasilitasi dan melayani akomodasi peserta selama di kalimantan barat. Tapi, dewan imam merasakan hal yang lain. mereka merasa bahwa biaya itu sebenarnya bisa dicari.

“kalau konsumsi, ndak usah khawatir, orang di sini sudah biasa kasih makan banyak orang. Rencananya, nanti peserta akan diberi kupon. Dia tinggal milih saja, mau makan di mana. Tapi kalau dia pilih satu tenda, ya tenda itu saja dia boleh ambil makan, mau nambah pun silahkan, tidak masalah,” kata romo yance semangat.

Memang sih, kalau mendengar cerita tentang tend omk di sanggau yang mencapai 4000 orang, konsumsi tidak pernah menjadi persoalan. Mereka justru senang bisa memberikan, melayani banyak orang seperti itu. ohya, jadi ingat apa yang disampaikan wakil bupati tadi malam terkait indonesian youth day 2012.

“pada prinsipnya, kami setuju dan senang bisa dilaksanakan di sanggau ini. Justru bisa menjadi kebanggaan kami, menyambut kalian di sini. Kami tentu akan membantu, dari sisi pemerintahan, akankami bantu memperbaiki fasilitas-fasilitas yang diperlukan,” kata pak Paolus Hadi, wakil bupati sanggau.

Fasilitas-fasilitas yang dimaksud misalnya adlaah sanitasi. Penting sekali diperhatikan mengenai sanitasi, apalagi akan menjadi kemungkinan besar, lebih banyak orang jawa …hehehehe… mereka mungkin memilih untuk tidak mandi dengan air berwarna cokelat, sekalipun kamar mandinya berkeramik… hihihi… yah, kalau aku sedikit terbiasa. Di cangkringan dulu, air sempat keruh dan berpasir. Jadi, mandi tidak mandi rasanya sama saja kotornya. Hanya beda kering dan basah.

Di sanggau ini sebenarnya cukup baik, yang penting mandinya pun baik. maksudnya, airnya memanc cokelat, tapi kalau ditunggu sebentar, pasir akan mengendap dan air permukaan tampak jernih (walaupun tetap cokelat), nah, kita bisa mandi menggunakan permukaan itu. kalau kita gayung dalam-dalam, justru akan mengguncang kotoran yang ada di bawahnya, dan kotoran akan naik lagi.

Hampir satu jam aku berbincang-bincang dengan romo yance, sebelum romo mempersilahkan aku, adit dan necia sarapan. Akhirnya aku sudahi ngobrolnya untuk menyantap mie yang sudah mengering dari tadi.

Pagi ini, kami janji dijemput bang Anwar (supir kantor pak Mecer) untuk menyusul pak Mecer ke sekadau, kurang lebih 2 jam perjalanan dari sanggau. Sekarang sudah jam 10.00, dan bang Anwar masih dalam perjalanan. Tidak berapa lama, dia pun sampai, dan romo yance undur diri kembali ke pastoran. Sebelum pulang, aku ucapkan terima kasih atas waktunya menyempatkan diri berkunjung dan berbincang denganku. Rasanya cukup jawaban yang akan kubawa pulang ke jakarta.

melanjutkan ke sekadau
kami melanjutkan perjalanan ke sekadau, tepatnya desa rawak, tempat pak Mecer memberikan pelatihan strategic planning bagi pengurus CU Manteare. tidak ada jadwal wawancara hari ini. pak Mecer hanya ingin supaya kami bertiga (aku, necia dan adit) melihat kegiatan beliau di sana. sudah tahu apa yang ada di pikiran kami? yup, jalan-jalan...hehehe...bagiku dan kedua partnerku itu, yang penting adalah kami bisa pergi ke daerah-daerah lainnya. =)

kurang lebih 2 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di desa rawak. desa ini sudah cukup jauh dari jalan utama, tapi belum cukup jauh ke pelosok. yah, namanya desa, inilah desa sesungguhnya. jalannya kecil, belum rapih dan dari semua bangunan yang ada di desa itu, bangunan yang paling bagus ya, CU Manteare itu. besar, warna-warni, terlihat kokoh dan mewah. CU inilah yang menjadi tempat pemberdayaan masyarakat rawak dan sekitarnya (lupa nama desanya). di sana, kami hanya numpang istirahat saja, karena pak Mecer sendiri mengisi materi dalam pelatihan. seperti biasa, necia kembali berfacebook ria, aku juga ikutan, dan adit, setelah mengambil beberapa foto pak Mecer serta para peserta pelatihan, langsung bergabung dengan kami yang sedang asik ber-ol ria. hehehe...

hari berlalu, tidak terasa sudah sore. kami akan pulang sore ini juga, mungkin sekitar jam 7 malam. biasanya sih, perjalanan membutuhkan waktu 5 jam. jadi, kira-kira jam 12, tengah malam nanti kami akan sampai pontianak. sebelum pulang, aku, necia dan adit menyempatkan diri untuk berfoto-foto di depan kantor CU manteare. 

aku melihat ada seorang anak bermain di dekat mobil pak Mecer, maka kuajak dia untuk ikut berfoto bersama aku dan necia. anak kecil itu bernama amir. dia sedang bermain mobil-mobilan yang diikat dengan tali lalu ditarik. rupanya dia tidak takut dengan orang asing seperti kami, malah dia nurut saja ketika kami ajak berfoto. 


nampaknya hari makin gelap. nyamuk pun makin banyak di sana. bagi para perokok, nyamuk bukan masalah besar karena asap rokok mampu menghalaunya. tapi buatku, nyamuk-nyamuk itu bikin risih, baik suaranya, gigitannya, menyebalkan. tapi yah, bagaimana lagi, namanya juga di desa, kebun pula. 

jam 19.00, setelah berpamitan kepada para penghuni kantor CU yang sedang mengadakan pelatihan, kami pun meluncur pulang ke pontianak. perjalanan darat di malam hari di kalimantan untuk ke beberapa kalinya. memang dasar pelor (nempel molor), aku langsung aja terlelap setelah haha-hihi sebentar sama adit dan necia. aku ingat baru terbangun jam 12 tengah malam ketika kami berhenti untuk istirahat. aku lupa nama tempatnya, yah mirip-mirip jalur pantura lah kondisi malam itu. hehehe....

tidak lama, kami pun melanjutkan perjalanan lagi. kami sampai di pontianak jam 2 pagi dini hari. tanpa basa basi, aku langsung cuci kaki, cuci tangan, cuci muka, dan langsung memendamkan diri di selimut. aaahhh....mengantuuuukkk....necia dan adit, nampaknya masih punya tenaga untuk mengerjakan ini dan itu, aku....let's go turuuu....

Comments