Proyek Baru

Hmm....baiklah, aku menyerah. Aku sudah tidak terbiasa berada pada institusi resmi yang setelah menandatangani kontrakku, aku akan mendapatkan hakku tapi aku harus mengerjakan apa yang mereka mau. Pertanyaannya, apakah aku mau? Awalnya iya. Demi apa? Pasti uang. Selanjutnya, hanya bosan dan tidak nyaman.

Meski belum lama, aku memutuskan untuk mundur. Dan ini menjadi sangat rumit. Tidak hanya seara pribadi, tapi untuk kedua orang tua, dan mungkin orang di institusi setempat. Maka kemunduranku pun selalu dipertanyakan. Untuk memudahkan, aku selalu jawab bahwa semua ada di dalam diriku. Dan selalu ada pertentangan.

Secara tegas akhirnya aku meyakinkan diri bahwa aku isa menjadi diriku sendiri. Menjadi orang yang mengembangkan usahanya dari nihil nan mustahil menjadi nyata dan bermakna. Jangan-jangan, ini bakatku. Gawat. Tapi, bersyukurlah aku, karena memiliki rekan yang memiliki tekad bulat yang sama dan mau lelah juga bersama-sama. Sungguh, itulah yang saat ini kuperlukan. Dukungan.

Semakin bersyukurlah aku ketika ada orang yang - bila kulihat - serius memintaku untuk mengerjakan program di sebuah sekolah. Membuat website. Itulah proyek pertamaku mengawali bulan Natal, menjelang tutup tahun. Aku tak tahu lagi harus berkata apa, yang kutahu adalah menyelesaikan proyek itu. Memantaunya hingga tahun depan.

Dan aku pun siap, semangat untuk proyek-proyek selanjutnya. Tentunya di tahun yang baru, semangat baru, program baru, dan pola pikir yang membaharu.

SEMANGAT!!

Comments

  1. menyanyi: akulah pendukungmu.. patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu.. pancasila dasar negara, rakyat adimakmur sentosa.. pribadi bangsaku, ayo ami maju ayo ami maju, cepat maju maju hahaha

    ReplyDelete
  2. *mengernyitkan dahi.....

    ahahahaha,,,,,,trimikisiiiii jiliii.....

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you for visiting this blog. Please leave your comment here, regards.